Senin, 23 April 2012

audit I



MENYELESAIKAN PENGUJIAN DALAM SIKLUS AKUISISI DAN PEMBAYARAN: VERIFIKASI AKUN TERTENTU


JENIS AKUN LAINNYA DALAM SIKLUS AKUISISI DAN PEMBAYARAN
·        Aset tetap (properti dan peralatan)
·        Beban dibayar dimuka
·        Utang lain-lain
·        Akun pendapatan dan beban.
AUDIT ATAS ASET TETAP (PROPERTI DAN PERALATAN)
Aset tetap (properti dan peralatan) adalah aset yang diharapkan memiliki umur lebih dari satu tahun, digunakan dalam bisnis, dan tidak ditujukan untuk dijual kembali. Akuisisi atas aset tetap muncul melalui siklus akuisisi dan pembayaran.
Telaah atas Peralatan-Akun Terkait
Pencatatan akuntansi utama dalam akun peralatan manufaktur dan akun aset tetap lainnya umumnya merupakan berkas utama aset tetap. Berkas utama meliputi catatan terperinci atas setiap bagian peralatan da jenis properti lainnya. Setiap pencatatan dalam berkas tersebut mencakup deskripsi aset, tanggal akuisisi, biaya perolehan, depresiasi tahun berjalan, dan akumulasi depresiasi untuk properti.
Auditor melakukan verifikasi atas peralatan manufaktur secara berbeda dengan akun aset lancar karena tiga alasan berikut, yaitu:
1.      Biasanya terdapat akuisisi peralatan dalam jumlah sedikit pada periode berjalan.
2.      Nilai akuisisi biasanya material.
3.      Peralatan biasanya disimpan dan dicatat dalam pencatatan akuntansi selama beberapa tahun.
Audit peralatan manufaktur menekankan pada verifikasi atas akuisisi periode berjalan, dibandingkan pada saldo akun lanjutan dari periode sebelumnya. Umur ekonomis dari aset yang lebih dari satu tahun menimbulkan akun beban depresiasi dan akumulasi depresiasi, yang diverifikasi sebagai bagian dari audit aset yang pada akhirnya, peralatan dapat dijual atau tidak dapat dipakai lagi, menimbulkan akun laba atau rugi yang juga harus diverifikasi auditor.
Melakukan Prosedur Analitis
Tabel 18-3
Prosedur Analitis untuk Peralatan Manufaktur
Prosedur Analitis
Salah Saji yang Mungkin Terjadi
Membandingkan rasio beban depresiasi dibagi biaya peralatan manufaktur kotor dengan tahun-tahun sebelumnya.
Salah saji pada beban depresiasi dan akumulasi depresiasi.
Membandingkan akumulasi depresiasi dengan biaya peralatan manufaktur kotor dengan tahun-tahun sebelumnya.
Salah saji pada akumulasi depresiasi.
Membandingkan beban perbaikan dan pemeliharaan bulanan atau tahunan, beban persediaan, beban peralatan kecil, dan akun sejenis dengan tahun-tahun sebelumnya.
Jumlah beban yang seharusnya dikapitalisasi.
Membandingkan beban manufaktur kotor dibagi dengan beberapa jumlah produksi dengan tahun-tahun sebelumnya.
Perlengkapan yang tidak terpakai atau dibuang, tetapi belum dihapusbukukan.

Melakukan Verifikasi Akuisisi Tahun Berjalan
Oleh karena pentingnya akuisisi aset periode berjalan dalam audit peralatan manufaktur, maka auditor menggunakan tujuh dari delapan tujuan audit terkait saldo sebagai kerangka dan referensi atas pengujian perincian saldo, yaitu: keberadaan, kelengkapan, akurasi, klasifikasi, pisah batas, kecocokan perincian, dan hak dan kewajiban.
Titik awal verifikasi untuk akuisisi tahun berjalan merupakan skedul yang diperoleh dari klien atas seluruh catatan akuisisi dalam buku besar untuk aset tetap selama tahun tersebut. Dalam pengujian penambahan aset, auditor harus memahami GAAP untuk memastikan bahwa klien memenuhi persyaratan standar akuntansi. Auditor juga perlu mengetahui pemahaman kebijakan kapitalisasi yang diterapkan oleh klien untuk menentukan apakah akuisisi sudah diterapkan secara konsisten dengan tahun sebelumnya. Auditor juga perlu melakukan verifikasi atas klasifikasi catatan transaksi. Jika auditor menyimpulkan bahwa kemungkinan terjadinya salah saji besar,maka mereka perlu mengambil sampel dengan nilai nominal yang lebih besar yang biasanya dilakukan untuk audit aset tetap.
Verifikasi Penghentian Aset Tetap pada Tahun Berjalan
Tujuan utama auditor dalam verifikasi penjualan,tukar-tambah, atau penghentian aset tetap adalah mendapatkan bukti memadai bahwa seluruh penghentian dicatat dalam jumlah yang benar. Kesalahan dalam mencatat penghentian aset akan memengaruhi laporan keuangan secara material, maka pencarian penghentian aset yang tidak tercatat sangat penting. Sifat dan keandalan pengendalian atas penghentian asset akan memengaruhi luasnya pencarian. Prosedur berikut ini biasanya digunakan dalam verifikasi penghentian:
·        Menelaah apakah terdapat akuisisi aset baru yang menggantikan aset lama.
·        Menganalisis laba dan rugi penghentian aset dan pendapatan lain-lain sebagai penerimaan kas dari penghentian aset.
·        Menelaah modifikasi pabrik dan perubahan dalam lini produk, pajak properti, atau asuransi yang merupakan indikasi penghapusan aset.
·        Melakukan tanya jawab dengan manajemen dan personel bagian produksi tentang kemungkinan penghentian aset.
Verifikasi Saldo Akhir Aset
Terdapat dua tujuan auditor saat melakukan audit peralatan manufaktur, yaitu menentukan bahwa:
1.      Seluruh perlengkapan yang dicatat secara fisik ada pada tanggal neraca(keberadaan)
2.      Seluruh perlengkapan yang dimiliki sudah dicatat(kelengkapan)
Pertimbangan utama dalam melakukan verifikasi pengungkapan sehubungan aset tetap adalah kemungkinan adanya tuntutan hukum. Auditor dapat menggunakan beberapa metode untuk menentukan apakah peralatan dituntut secara hukum, yaitu:
·        Membaca perjanjian pinjaman atau kredit
·        Mengirimkan permintaan konfirmasi atas pinjaman kepada bank atau institusi kredit
·        Mendiskusikannya dengan klien dan mengirimkan surat kepada penasihat hukum.
 dan pengungkapan yang memadai untuk peralatan manufaktur dalam laporan keuangan harus dievaluasi dengan hati-hati untuk memastikan apakah sudah megikuti GAAP. Auditor harus melakukan pengujian memadai untuk melakukan verifikasi terhadap keseluruhan empat tujuan penyajian dan pengungkapan.
Verifikasi Beban Depresiasi
Beban depresiasi adalah satu dari sedikit akun beban yang tidak diverifikasi sebagai bagian dari pengujian pengendalian dan pengujian subtantif atas transaksi. Jumlah tercatat ditentukan dari alokasi internal, bukan dari transaksi pertukaran dengan pihak luar.
Tujuan audit-terkait saldo yang paling penting untuk beban depresiasi adalah akurasi. Auditor berfokus pada penentuan apakah klien telah mengikuti kebijakan depresiasi yang konsisten dari periode ke periode, dan apakah perhitungan klien sudah benar.
Dalam menentukan hal tersebut, auditor harus mempertimbangkan empat hal, yaitu:
1.      Umur ekonomis untuk akuisisi di masa sekarang
2.      Metode depresiasi
3.      Estimasi nilai sisa
4.      Kebijakan mendepresiasi aset selama tahun akuisisi dan penghentian.
Metode yang berguna untuk mengaudit depresiasi adalah pengujian prosedur analitis atas kewajaran yang dibuat dengan mengalikan aset tetap yang kurang didepresiasi dengan tingkat depresiasi untuk tahun tersebut. Bila pengujian kewajaran tidak dapat dilakukan sepenuhnya, maka pengujian perincian perlu dilakukan. Untuk melakukan hal ini, auditor menghitung kembali beban depresiasi beberapa aset tertentu untuk menentukan apakah klien mengikuti kebijakan depresiasi yang benar dan konsisten.
Verifikasi Saldo Akhir Akumulasi Depresiasi
Dua tujuan yang biasanya ditekankan dalam audit saldo akhir dalam akumulasi depresiasi adalah:
1.      Akumulasi depresiasi yang dinyatakan dalam berkas utama aset sesuai dengan dalam buku besar. Tujuan ini dapat dipenuhi dengan pengujian penjumlahan akumulasi depresiasi dalam berkas utama aset dan menelusuri totalnya kebuku besar.
2.      Akumulasi depresiasi dalam berkas utama adalah akurat.

AUDIT BEBAN DIBAYAR DI MUKA
Beban dibayar dimuka, tagihan dimuka, dan aset tak berwujud adalah aset yang umurnya bervariasi dari hitungan bulan sampai bertahun-tahun. Termasuk didalamnya adalah:
·        Sewa dibayar dimuka
·        Biaya organisasi
·        Pajak dibayar dimuka
·        Paten
·        Asuransi dibayar dimuka
·        Merek dagang
·        Tagihan dimuka
·        Hak cipta
Telaah Asuransi Dibayar Di Muka
Pengendalian Internal
Pengendalian internal untuk asuransi dibayar di muka dan biaya asuransi dapat dibagi menjadi tiga kategori: pengendalian akuisisi dan pencatatan asuransi, pengendalian register asuransi, dan pengendalian pencatatan beban asuransi. Pengendalian akuisisi dan pencatatan asuransi merupakan bagian dari siklus akuisisi dan pembayaran. Konsisten dengan prosedur yang didiskusikan dalam siklus tersebut, otorisasi yang tepat untuk kebijakan asuransi baru dan pembayaran premi asuransi merupakan penegndalian penting.
Pengujian Audit
Melalui audit asuransi dibayar di muka dan beban asuransi, auditor harus selalu berpikir bahwa jumlah dalam beban asuransi adalah nilai sisa(residual). Satu-satunya pengujian dalam akun beban yang harus dilakukan adalah prosedur analitis dan pengujian untuk memastikan bahwa seluruh tagihan untuk beban asuransi muncul dari kredit atas asuransi dibayar di muka.
Auditor biasanya melakukan prosedur analitis berikut ini untuk asuransi dibayar di muka dan biaya asuransi:
·        Membandingkan total asuransi dibayar di muka dan beban asuransi dengan tahun-tahun sebelumnya
·        Membandingkan rasio asuransi dibayar di muka ke beban asuransi dan membandingkannya dengan tahun-tahun sebelumnya
·        Membandingkan masing-masing cakupan polis asuransi pada skedul asuransi yang diperoleh dari klien dengan skedul tahun sebelumnya sebagai pengujian pengurangan kebijakan tertentu atau perubahan cakupan asuransi.
·        Membandingkan perhitungan saldo asuransi dibayar di muka untuk tahun berjalan berdasarkan masing-masing polis dengan tahun sebelumnya sebagai pengujian atas kesalahan perhitungan.
·        Menelaah kewajaran cakupan asuransi pada skedul asuransi dibayar di muka bersama pegawai klien atau pegawai asuransi.
Polis Asuransi Terdapat dalam Skedul Asuransi Dibayar di muka dan Polis Asuransi yang Ada Telah Didaftar(Keberadaan dan Kelengkapan) Pengujian atas keberadaan dan penghapusan polis asuransi dari skedul klien dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:
1.      Menguji sampel faktur asuransi dan polis sebagai perbandinagn dengan skedul.
2.      Melakukan konfirmasi atas informasi asuransi dari agen asuransi perusahaan. Auditor biasanya lebih senang mengirimkan konfirmasi kepada agen asuransi klien karena pendekatan ini biasanya tidak memakan waktu lama dibandingkan dengan pengujian bukti transaksi dan konfirmasi ini dapat menghasilkan verifikasi 100 persen.
Klien Memiliki Hak atas Seluruh Polis Asuransi dalam Skedul Asuransi Dibayar di muka(Hak) Telaah atas polis asuransi yang klaimnya dimiliki pihak lain selain klien merupakan pengujian yang kuat atas tidak tercatatnya utang dan aset yang dijaminkan.
Jumlah Dibayar di Muka pada Skedul adalah Akurat dan Totalnya Ditambahkan dengan Benar dan Sesuai dengan Buku Besar(Akurasi dan Kecocokan Perincian) Pengujian audit untuk melakukan verifikasi terhadap akurasi asuransi dibayar di muka meliputi verifikasi jumlah premi asuransi, lama periode asuransi, dan alokasi premi atas asuransi yang belum jatuh tempo.
Beban Asuransi Terkait dengan Asuransi Dibayar di Muka Diklasifikasikan dengan Benar(Klasifikasi)
Transaksi Asuransi Dicatat pada Periode yang Benar(Pisah Batas)

AUDIT UTANG AKRUAL
Audit atas Pajak Properti Akrual
Saat auditor melakukan verifikasi pajak properti akrual, keseluruhan delapan tujuan audit-terkait saldo adalah relevan kecuali nilai realisasi. Dua hal yang merupakan hal penting, yaitu:
1.      Properti yang diperhitungkan pajak akrualnya berada dalam skedul akrual. Kesalahan dalam memasukkan properti dimana pajak seharusnya dihitung akrual akan terjadi kurang saji pada utang pajak proprti(kelengkapan).
2.      Pajak properti akrual dicatat secara akurat. Auditor perlu memperhatikan konsisitensi perlakuan akrual dari tahun ke tahun(akurasi).

AUDIT AKUN PENDAPATAN DAN BEBAN
Dua konsep dalam audit akun pendapatan dan beban berikut penting dalam mempertimbangkan tujuan laporan laba rugi:
1.      Kesesuaian antara periode pendapatan dan beban diperlukan untuk menentukan hasil yang benar.
2.      Penerapan prinsip akuntansi yang konsisten dalam beberapa periode penting untuk perbandingan.
Pendekatan Audit atas Akun Pendapatan dan Beban
Bagian dari audit yang langsung memengaruhi akun-akun ini adalah:
·        Prosedur analitis
·        Pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi
·        Pengujian perincian saldo

Prosedur Analitis
Prosedur Analitis untuk Akun Pendapatan dan Beban
Prosedur Analitis
Salah Saji yang Mungkin Terjadi
Membandingkan beban individual dengan tahun-tahun sebelumnya
Lebih saji atau kurang saji pada saldo akun beban
Membandingkan aset individual dan saldo utang dengan tahun-tahun sebelumnya
Lebih saji atau kurang saji akun neraca yang akan memengaruhi akun laporan laba/rugi
Membandingkan beban individual dengan anggaran
Salah saji akun beban dan neraca terkait
Membandingkan persentase laba kotor dengan tahun-tahun sebelumnya
Salah saji harga pokok penjualan dan persediaan
Membandingkan rasio perputaran persediaan dengan tahun-tahun sebelumnya
Salah saji harga pokok penjualan dan persediaan
Membandingkan beban asuransi dibayar di muka dengan tahun-tahun sebelumnya
Salah saji beban asuransi dan asuransi dibayar di muka
Membandingkan beban komisi dibagi dengan rasio tahun-tahun sebelumnya
Salah saji beban komisi dan komisi akrual
Membandingkan beban manufaktur individual dibagi biaya total manufaktur dengan rasio tahun sebelumnya
Salah saji beban manufaktur individual dan akun neraca terkait



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar